Rabu, 09 Agustus 2017
Senin, 18 Februari 2013
Komitmen dan Berkomitmen
"Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Saat tertarik melakukan sesuatu, mengerjakannya hanya jika situasi mengizinkan. Tetapi saat berkomitmen melakukan sesuatu, tidak menerima alasan, hanya hasil" -
Anonim
Jika usaha belum membuahkan hasil, bisnis belum menghasilkan keuntungan yang Anda harapkan, atau hubungan dengan pasangan yang tengah goyah, ingatlah kembali pada komitmen awal pada saat menetapkan tujuan.
Berpegang teguhlah pada komitmen tersebut. Sebuah tujuan yang gagal, proyek yang tidak selesai, hubungan yang putus, diakibatkan patahnya sebuah komitmen.
Sesederhana itu, sedalam itu, dan sepenting itulah sebuah komitmen. Sukses adalah hasil menciptakan dan
menjaga komitmen diri sendiri dan orang lain. Sebuah tujuan tidaklah relevan, mimpi tak ada gunanya dan harapan tidaklah lebih dari sebuah gelembung mimpi, sampai berkomitmen penuh untuk mewujudkannya.
Komitmenlah yang menginspirasi mengeluarkan kemampuan berbaik.
Komitmen memperlihatkan kepada dunia keseriusan dalam bertindak. Komitmen juga melindungi serta
menguatkan kredibilitas dan reputasi. Komitmen memberikan energi, momentum yang tak pernah berhenti, dan rasa bangga yang tak ternilai. Komitmen juga memberikan kekuatan. Tidak peduli apa pun yang kita
Komitmen memperlihatkan kepada dunia keseriusan dalam bertindak. Komitmen juga melindungi serta
menguatkan kredibilitas dan reputasi. Komitmen memberikan energi, momentum yang tak pernah berhenti, dan rasa bangga yang tak ternilai. Komitmen juga memberikan kekuatan. Tidak peduli apa pun yang kita
Jumat, 08 Februari 2013
KEKUATAN PILIHAN
Kehidupan adalah soal pilihan, dan setiap pilihan yang di buat akan berpengaruh besar terhadap diri sendiri.
Pekerjaan apa yang AKU di pilih? Dengan siapa AKU menikah? Di mana AKU tinggal? Apa yang akan AKU lakukan hari ini? Tetapi satu pilihan yang paling penting adalah akan menjadi siapa AKU ?
Pilih kata-kata yang di ucapkan. Kata-kata dapat mempengaruhi pikiran dan bisa berdampak pada orang
lain. Semakin positif kata-kata yang di ucapkan, semakin positif kenyataan hasilnya. Pilihlah apa yang hendak dipikirkan. Pikiran kita menciptakan kesempatan yang kita bahkan tidak tahu akan pernah ada.
lain. Semakin positif kata-kata yang di ucapkan, semakin positif kenyataan hasilnya. Pilihlah apa yang hendak dipikirkan. Pikiran kita menciptakan kesempatan yang kita bahkan tidak tahu akan pernah ada.
Pilih respon dan reaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi pada. Perjalanan hidup tidak selalu mulus. Sandungan, kepahitan dan sakit hati pernah AKU alami. Tapi AKU punya pilihan bagaimana merespon peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup ini.
AKU mungkin tidak bisa mengendalikan hal-hal yang terjadi pada diriku, tetapi AKU dapat memilih dan mengendalikan pikiran yang akhirnya membentuk sikap ;)
Kamis, 24 Januari 2013
PERTANYAAN TENTANG SOULMATE
Kamis, 24 Januari 2013
Kalau yang namanya belahan jiwa itu sungguh ada, ada orang
yang membuatmu merasa lengkap, bahagia dan terpenuhi dalam hidup itu sungguh
nyata....
Pertanyaannya adalah..........
Dimanakah soulmate itu berada?
Terselip di antara gedung-gedungj jangkung kota?
Terpencil ditengah lautan?
Sedang berkelana dalam rimbanya hutan?
Mengejar angin, memanah awan, membanting petir?
Atau tersembunyi dibalik rumitnya mesin angka dan teknologi?
Apakah dia seorang yang jauh?
Pangeran impian dari negeri antah berantah?
Atau seorang yang sangat dekat, yang jaraknya hanya terpisah
satu helaan nafas dan satu kedipan mata?
Atau sesungguhnya soulmate itu tak pernah ada?
Hanya kisah penghibur lara yang sudah adasejak zaman dulu
kala?
Isapan jempol bagi jiwa-jiwa sederhana yang masih percaya
pada asa?
??????????????????????
Kamis, 17 Januari 2013
PERUBAHAN BENTUK RUMAH
Indonesia
memiliki keanekaragaman budaya baik berupa fisik maupun non fisik. Budaya yang
berupa fisik dapat dirasakan oleh panca indra kita, dapat dilihat, dirasakan
secara langsung. Salah satunya adalah arsitektur tradisional yang berupa bentuk
rumah tradisional. Rumah Gadang merupakan rumah tradisonal yang berasal dari Sumatera Barat, Rumah Gadang
menjadi ciri khusus baik dilihat dari material dan bentuknya sebagai identitas
local yang khas daerah Sumatera Barat khususnya di daerah Kelurahan Koto
Tangah.
Seiring
perjalanan waktu dan pengaruh dari luar lingkungan memberikan pengaruh pada
bentuk rumah yang ada di Kelurahan Koto Tangah. Perubahan dari luar ini salah
satunya di sebabkan oleh pengembangan wilayah perumahan di Kelurahan Koto
Tangah hal ini ada indikasi bahwa terjadi perubahan bentuk rumah tradisional
menuju arah bentuk rumah masa kini. Ada proses perubahan bentuk asal (rumah)
dengan jalan rumah tersebut berubah sampai pada tingkatan tertentu akibat
adanya reaksi dari keberagaman dinamika luar (alam lingkungan) serta dalamnya
(manusia). Perubahan rumah tradisional merupakan perubahan bentuk dari rumah
asal yang diwarisi oleh tradisi generasi sebelumnya menjadi bentuk “baru”
akibat adanya dinamika luar (alam lingkungan) serta di dalamnya (manusia).
Rumah dalam arti sebagai ‘house’ akan menitikberatkan pada fungsi rumah secara
fisik, melindungi terhadap gangguan alam. Sedangkan rumah dalam arti ‘home’
akan menitikberatkan pada kepentingan kejiwaan, sosial dan budaya (Yudohusodo,
1991).
Hakekat
rumah yang pertama dalam eksistensi manusia menurut Poespowardojo (1982) adalah
dunia dimana dia harus mengembangkan diri dengan merealisasikan kemampuannnya
dan memenuhi kebutuhannya. Hakekat yang kedua adalah menyesuaikan dengan
budaya. Penyesuaian dengan budaya akan tergambarkan dalam perubahan sarana
hidup, tata hidup dan nilai hidupnya.
Dalam
hal kebutuhan manusia, Maslow (dalam Globe, 1987) mengemukakan tentang
kebutuhan dasar dalam suatu klasifikasi kebutuhan manusia sebagai berikut: (1) Kebutuhan
fisiologis, (2) Kebutuhan keamanan, (3) Kebutuhan sosial, kebutuhan akan rasa
memiliki, dimiliki dan akan kasih sayang, (4) Kebutuhan akan penghargaan, (5)
Kebutuhan akan aktualisasi diri, realisasi diri. Dalam hal ini dikatakan setiap
orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan dasar tersebut tidak selalu
dapat dirasakan berurutan, tetapi pada kenyataannya banyak dirasakan datang
secara acak (lateral).
Selain
lima kebutuhan dasar tersebut, Maslow (dalam Globe, 1987) menyebutkan tentang
dua kebutuhan manusia yang tak kalah pentingnya yaitu : Kebutuhan akan estetika
dan kebutuhan akan pertumbuhan. Merujuk dari tingkatan kebutuhan dari Maslow
maka kebutuhan dasar manusia menyangkut kebutuhan biologis dan fisiologis.
Kebutuhan biologis dan kebutuhan fisiologis akan berubah dengan terjadinya
perubahan jumlah penghuni, perubahan umur dan komposisi jenis kelamin dari
penghuni. Realisasi kemampuan diri disini tentunya adalah realisasi dalam
kaitan pemenuhan kebutuhan.
Kemampuan
seseorang dalam memenuhi tuntutan kebutuhan tentunya akan menggambarkan kemampuan
sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi akan dapat tergambarkan dari
penghasilan keluarga. Perubahan penghasilan keluarga mestinya akan tergambarkan
dalam perubahan kemampuan merealisasi dan memenuhi kebutuhan.
Dalam
kaitan rumah dipandang sebagai proses, rumah akan berkembang sejalan dengan
perkembangan psikologis penghuni, perkembangan sosial penghuni, dan
perkembangan ekonomi keluarga (Silas, 1983). Dalam hal rumah sebagai proses, rumah
akan berkembang sesuai dengan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan dan penghuninya. Aspek
psikologis digambarkan oleh Bell, dkk (1978), Gifford (1987) dan Sarwono (1992)
meliputi faktor personal, situasi sosial dan situasi budaya dari manusianya.
Aspek sosial menurut Sumardjan (1991) akan berubah dengan bersumber pada faktor
biologi, faktor teknologi, dan faktor ideologi. Perubahan faktor teknologi akan
dapat menggambarkan perubahan kebiasaan, perubahan cara berfikir dan perubahan
dalam bertindak.
POLA KONSUMSI
Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan nila guna barang atau jasa.
Barang konsumsi menurut kebutuhannya yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder
dan kebutuhan tersier. Tujuan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan
memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Setiap orang atau keluarga
mempunyai skala kebutuhan yang dipengaruhi oleh pendapatan. Oleh karena itu
besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
a.
Kemampua
masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi.
Ketersediaan
barang juga mempengaruhi konsumsi. Kalaupun pendapatan tinggi, tetapi barangnya
tidak tersedia, kita tidak dapat mengkonsumsi barang tersebut.
b.
Besarnya
penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan.
Biasanya
semakin tinggi penghasilan, semakin banyak jumlah dan jenis barang dan jasa
yang dapat dibeli. Sebaliknya semakin rendah penghasilan, maka semakin terbatas
jumlah dan jenis barang serta jasa yang dapat dibeli makin terbatas.
c.
Tingkat harga
barang-barang.
Semakin tinggi
harga barang dan jasa, semakin sedikit jumlah dan jenis barang serta jasa yang
dapat dibeli. Sebaliknya, semakin rendah harga barang dan jasa, semakin banyak
barang dan jasa yang dapat dibeli dengan sejumlah uang yang sama.
d.
Jumlah
tanggungan keluarga.
Semakin banyak
jumlah tanggungan keluarga maka semakin banyak pula jumlah dan jenis konsumsi
keluarga yang bersangkutan.
e.
Tingkat
pendidikan.
Semakin tinggi
tingkat pendidikan seseorang semakin beragam kebutuhan orang tersebut
f.
Tempat
Tinggal.
Lingkungan
tempat tinggal juga mempengaruhi konsumsi seseorang. Contohnya saja orang yang
tinggal di daerah pedesaan tentu berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal
di daerah perkotaan. Biasanya, kebutuhan orang yang tinggal di perkotaan lebih
banyak daripada kebutuhan orang yang tinggal di pedesaan.
Di samping faktor tersebut, besarnya konsumsi seseorang juga dipengaruhi
oleh selera dan intensitas kebutuhannya terhadap barang yang bersangkutan serta
adanya barang subsitusi. Semakin tinggi selera dan intensitas kebutuhannya akan
cendrung semakin besar jumlah konsumsinya. Sedangkan semakin banyak jumlah dan
jenisnya barang subsitusi akan menyebabkan semakin berkurangnya jumlah konsumsi
masyarakat (tingkat konsumsi masyarakat) mencerminkan tingkat kemakmuran
masyarakat tersebut, artinya makin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti
makin tinggi pula tingkat kemakmurannya.
Pola konsumsi merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi
tingkat konsumsi. Pola konsumsi merupakan suatu bentuk kegiatan dalam kehidupan
manusia di dunia yang dinyatakan dalam aktivitas, minat dan pendapat/opini
seseorang. Secara sederhana gaya hidup digunakan untuk menggambarkan seseorang,
sekelompok orang yang saling berinteraksi.
Kondisi pendapatan seseorang akan
mempengaruhi tingkat konsumsinya. Makin tinggi pendapatan, makin banyak jumlah
barang yang di konsumsi. Sebaliknya, makin sedikit pendapatan, makin berkurang
jumlah barang yang dikonsumsi. Dimana konsumsi masyarakat berubah dari waktu ke
waktu tergantung kepada selera, pendapatan dan lingkungan.
MATA PENCAHARIAN
Menurut kamus bahasa Indonesia mata pencaharian adalah pekerjaan atau
pencaharian utama (yang dikerjakan untuk kebutuhan sehari-hari). Mata
pencaharian merupakan aktifitas manusia untuk memperoleh taraf hidup yang layak
dimana antara daerah satu dengan daerah yang lainnya berbeda sesuai dengan
taraf kemampuan penduduk dan keadaan demografinya (Daldjoeni, 1987:89).
Mata pencaharian dibedakan menjadi
dua yaitu mata pencaharian pokok dan mata pencaharian sampingan. Mata
pencaharian pokok adalah keseluruhan kegiatan untuk memanfaatkan sumber daya
yang ada yang dilakukan sehari-hari dan merupakan mata pencaharian utama untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Mata pencaharian sampingan adalah mata pencaharian di
luar mata pencaharian pokok (Susanto, 1993:183). Mata pencaharian adalah
keseluruhan kegiatan untuk mengeksploitasi dan memanfaatkan sumber-sumber daya
yang ada pada lingkungan fisik, sosial dan budaya yang terwujud sebagai
kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi (Mulyadi, 1993:79).
Mata pencaharian menurut Mubyarto
(1985:207-209) meliputi :
a. Petani/nelayan meliputi sawah, tegalan, tambak,
kebun/perkebunan, peternakan.
b. Buruh tani meliputi buruh tani, ternak, tambak,
pengemudi traktor.
c. Buruh
industri meliputi buruh kasar industri, buruh pengrajin, operasi mesin, buruh
pengolahan hasil pertanian.
d. Usaha industri/penjual meliputi pengelolaan hasil
pertanian, tekstil, batik, jahit, industri plastik, industri makanan dan minuman,
pandai besi.
e. Pedagang/penjual meliputi pemilik toko, pelayan
toko, pedagang keliling (hasil pertanian, pedagang es dan pedagang bakso),
kios/warung.
f. Pekerjaan angkutan yaitu sopir, kenek, tukang
becak, pengusaha angkutan, ojek.
g. Pekerjaan bangunan yaitu pengusaha bangunan,
tukang/buruh bangunan, tukang kayu dan mandor bangunan.
h. Profesional meliputi tenaga kesehatan (PLKB,
bidan), seniman, guru/dosen, Pegawai Negeri, pamong, polisi, TNI, tenaga lain
(termasuk guru mengaji, pengurus masjid).
i.
Pekerjaan
jasa meliputi pelayan rumah makan, pembantu rumah tangga, binatu/tukang cuci,
penata rambut, dukun bayi/pijat, mencari barang di alam bebas, tenaga jasa lain
(tukang kebun, jasa keamanan/ bukan pegawai negeri dan tukang pikul).
PERUBAHAN SOSIAL
Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang masa. Perubahan itu ada
yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada yang cepat, ada yang baik,
ada yang buruk, ada yang disengaja dan ada yang tidak disengaja. Perubahan
dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku,susunan organisasi, lembaga
sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang. Perubahan sosial adalah
perubahan pada srtuktur dan hubungan sosial (Saptono dan Bambang, 2006:88). Masyarakat
sebagai suatu sistem senantiasa mengaami perubahan. Perubahan sosial selalu
dihubungkan dengan perubahan budaya. Menurut Mac. Iver dalam Philipus dan Nurul
(2009:55-56) perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (social relations) atau sebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)
dalam hubungan sosial.
Inti perubahan sosial adalah faktor dinamika manusianya yang kreatif.
Anggota masyarakat harus bersikap terbuka bahkan secara kreatif menciptakan
kondisi perubahan, terutama di bidang ekonomidan pola hidup sehari-hari.
Perubahan sosial bersifat berantai melibatkan segala aspek kehidupan dan kadang
diselingi gejolak konflik berupa proses perubahannya. Perubahan seiring dengan
berkembangnya masyarakat dari kehidupan sederhana menjadi kehidupan yang
kompleks. Proses perubahan bisa berlangsung siklus dan berulang-ulang sehingga
sampai tahap tertentu yang dapat merubah struktur sosial.
Penyebab perubahan sosial terjadi karena
anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap
keadaan yang lama. Tahap pertama diawali dengan kepercayaan, kemudian indera
manusia dan tahap berikut atas dasar kebenaran. Pada waktu munculnya perilaku
tertentu sosial baru dalam masyarakat, maka yang pertama kali yang terjadi
adalah proses kepercayaan, berikut melihat realita sosial, jika perubahan itu
menguntungkan bagi kehidupan maka perlahan menerima sebagai suatu kebenaran. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan yaitu:
a.
Pertambahan
dan berkurangannya jumlah penduduk.
Perubahan
jumlah penduduk dapat menyebabkan perubahan pada struktur masyarakat terutama
mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan.
b.
Penemuan-penemuan
baru.
Adanya
penemuan-penemuan baru juga menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Jalannya
unsur kebudayaan baru yang terbesar kelain-lain bagian dari masyarakat dan
cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya di pakai
dalam masyarakat yang bersangkutan.penemuan baru itu dapat berupa benda-benda
yang bersifat fisik dan non fisik seperti ide-ide baru, sistem hukum atau
aliran-aliran kepercayaan baru.
c.
Pengaruh kebudayaan
masyarakat yang lain.
Masing-masing
masyarakat mempengaruhi masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya tetapi ia
menerima dari pengaruh masyarakat
d.
Pertentangan
masyarakat
e.
Terjadinya
pemberontakan revolusi
PENGEMBANGAN WILAYAH PERUMAHAN
Pembangunan adalah upaya secara sadar
untuk mengubah nasib bangsa. Pembangunan adalah untuk mengubah masa lampau yang
buruk menjadi lebih baik, merupakan pula suatu upaya yang terus menerus untuk
membuat yang lebih baik menjadi lebih baik lagi. Pada hakekatnya
pengembangan merupakan upaya untuk
memberi nilai tambah dari apa yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Rahardjo (2006:13) pengembangan
juga merupakan produk belajar, bukan hasil produksi; belajar memanfaatkan
kemampuan yang dimiliki bersandar pada lingkungan sekitar untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya proses pengembangan itu juga merupakan proses
belajar. Hasil yang diperoleh dari proses tersebut, yaitu kualitas hidup
meningkat, akan dipengaruhi oleh instrument yang digunakan. Maka pengembangan
wilayah merupakan upaya memberdayakan stakeholders (masyarakat, Pemerintah,
Pengusaha) di suatu wilayah, terutama dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan
lingkungan di wilayah tersebut dengan instrument yang dimiliki atau dikuasai,
yaitu teknologi. Pengembangan wilayah merupakan upaya mengawinkan secara
harmonis sumberdaya alam, manusia dan teknologi, dengan memperhitungkan daya
tampung lingkungan itu sendiri.
Menurut Rahadjo (2006: 86) perumahan (housing) berarti kelompok rumah yang
berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang
dilengkapi sarana dan prasarana lingkungan. Perumahan dan permukiman, selain
berfungsi sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia juga memberikan konstribusi
bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam pembangunan di segala bidang, khususnya pada
pembangunan perumahan dan permukiman, masyarakat berperan sebagai pelaku utama,
sementara pemerintah mempunyai kewajiban sebagi pihak yag bertugas,
mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang kondusif. Demi tercapainya
tujuan pembangunan daerah, kegiatan pemerintah dan masyarakat harus saling
mendukung dan melengkapi sehingga terjadi satu kesatuan lagkah.
Bila dikaji melalui pengertian yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 4
Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, perumahan adalah kelompok rumah
yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi
dengan prasarana dan sarana lingkungan (Suparno, 2006:29).
Menurut Eko (2005:97) perumahan sebagai kebutuhan dasar manusia yang
berbudaya, terpancang pada tulisan hieroglyph
Mesir kuno yang melambangkan rumah sebagai payudara yang subur dari dewi yang
dipujinya.. Berarti bahwa rumah dilihat sebagai sumber kehidupan, yang takkan
pernah kering untuk ditimba guna kepentingan perkembangan kebudayaan dan
peradaban manusia.
Suatu kawasan perumahan diarahkan untuk membina suatu komunitas bertempat
tinggal yang mampu menumbuhkan dan membina solidaritas yang sosial dan kerja
sama (Bagoes, 2002-95). Disini berbagai kemungkinan ragam seperti penghasilan,
etnis, agama, usia, profesi, pendidikan, dan jenis kelamin. Pembangunan
perumahan yang akan dijalankan baik oleh swasta (developer) maupun pemerintah (Perumnas)
sebenarnya harus berlandaskan kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
Apabila pelaksanaan pembangunan tersebut dilaksanakan berdasarkan peraturan
yang ada maka akan tercipta keamanan dan kenyamanan di lingkungan internal
maupun eksternal perumahan tersebut. Lebih dari itu juga akan tercipta
pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berkesinambungan.
Pembangunan perumahan dan permukiman pada dasarnya merupakan tugas dan
tanggung jawab masyarakat sendiri. Pemerintah berkewajiban memberi kemudahan
dan menciptakan iklim yang mendorong bagi tumbuh dan berkembangnya prakarsa dan
swadaya masyarakat.
Rumah mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai kata benda dan
sebagai kata kerja. Sebagai kata benda rumah (housing) menggambarkan suatu komoditi atau
produk, sedangkan sebagai kata kerja, rumah menggambarkan suatu proses
aktifivitas manusia yang terjadi dalam Penghunian tersebut. Ada tiga fungsi
rumah di samping fungsi umumnya, yaitu :
a.
Sebagai
identitas keluarga yang berkaitan dengan pekerjaan.
b.
Menunjang
kesempatan keluarga, yang berkaitan dengan pekerjaan.
c.
Pemberi
rasa aman yang berkaitan dengan jaminan terhadap rasa aman keluarga.
Dari ulasan diatas bahwa perumahan selain berfungsi sebagai
tempat tinggal atau hunian yang digunakan manusia untuk berlindung dari
gangguan makhluk hidup lainnya, merupakan pula tempat untuk menyelenggarakan
kegiatan bermasyarakat, maka penataan ruang dan kelengkapan sarana dan
prasarana lainnya, dimaksudkan agar lingkungan tersebut menjadi lingkungan yang
sehat, aman, serasi dan teratur. Permukiman dan perumahan salah satu kebutuhan
dasar manusia yang pemenuhannya terus diupayakan agar anggota masyarakat dapat
menempati rumah dengan dengan lingkungan permukiman yang layak, sehat, aman dan
dinamis.
Tempat tinggal sebenarnya tidak terpisahkan dari unsur
lingkungannnya sehingga unsur lingkungan ini harus dijaga agar mempunyai
hubungan yang harmonis. Manusia, tempat tinggal dan lingkungan merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena hakikatnya manusia merupakan bagian
dari lingkungannya. Manusia dapat dibentuk oleh tempat tinggal dan lingkungan.
Sebaliknya tempat tinggal dan lingkungan akan dibentuk serta diubah oleh
manusia selama manusia itu menjalani kehidupannya.
Selasa, 08 Januari 2013
WANNA BE
Senin, 7 Januari 2013
Dippp...dippp..dippp mataku berkedip-kedip, otot kelopak
mataku sebelah kanan bergerak sendiri, kenapa yah,,, ada sesuatukah dihari
ini...???
Ya jawabannya adalaaaahhh IYA... Ada sesuatu yang ISTIMEWA
di hari ini.... aku mendapatka satu tanda tanan ACC ujian proposal dihari ini, begitu
bahagia tak terhingga, sudah sekian lama akhirnya dapat juga..
Tapi jangan senang dulu,
ini baru awal dari petualanganku, masih banyak jalan dan tantangan yang
akan aku lalui tetap semangat. Jam setengah 9 pagi aku melangkah dengan
keyakinan, BISMILLAHHIROBBILALAMIIN, ku menunggu, menanti, jam demi jam, pose
duduk , berdiri, jalan mondar –mandir.. dan sedikit hiburan mengobrol dengan
teman – teman ku yang sedang menunggu dosen lain supaya tidak membosannkan.
Pada akhirnya jam 4 sore giliranku menghadap bu Erna, hanya beberapa pertanyaan
yang di lontarkan kepadaku,, dan tangan ibu langsung mengarah ke cover dan mencoretnya
dengan tanda tangannya,,, ALHAMDULILLAH...
Begitulah nasib mahasiswa tingkat akhir, selalu rajin ke
kampus meski tidak ada jadwal kuliah lagi. Menunggu dosen untuk bimbingan, dari
pagi sampe sore, tak pandang lelah, tak pandang lapar yang penting bisa
bimbingan.
Proposalku baru dapat satu tanda tangan dari dosen
pembimbing satu, aku masih harus bekerja keras dengan semangat yang tidak
pernah pudar, dalam hatiku, ku niatkan dalam minggu ini harus selesai
memasukkan jadwal seminar. Aku harus berburu satu dosen lagi,,,, YA ITU dia...
dosen yang satu ini susah ditemui ... hmm yang penting kuatkan tekad...
CEMANGKAAAA!! NO MATTER HOW HARD THE PAST, YOU CAN ALWAYS BEGIN AGAIN ;)
GALAU YANG MERACAU
Minggu, 6 Januari 2013
Semangatku hari ini begitu membara-bara... wkwk.
Kupersiapkan semuanya untuk hari Senin besok. Kulengkapi proposalku lembar demi
lembar. Diiringi musik favoritku, tanpa musik hidupku GALAU...
Belajar dengan ditemani musik, itu membuatku mudah dalam
menyelesaikannya.. begitu comfort.. termenung sebentar disaat melihat isi
dompet yang hanya berisi 22 ribu, hadehhhh...aku mengahabiskan uangku sebelum
waktunya. Padahal hanya untu makan dan membeli perlengkapan bulanan yang mulai
habis. Ditambah pula ibu kos sudah menagih, padahal baru tanggal 3, dengan
sedikit alasan yang logia aku berhasil meyakinkan ibu kos ku yang cantik jelita
dan awet muda itu.
SO DAMN I LOVE YOU
Sabtu, 5 Januari 2013
Hari ini hari sabtu, semua para muda mudi masa kini sangat
berbahagia, itulah trend mode masa kini, malam mingguan bersama BF ataupun
GF...yang tidak punya pasangan gigit jari, melongo, GALAU...
Tidak bagiku, hahaha... semua hari sama saja, tidak peduli
akan trend masa kini, biarlah semua itu hanya kesenangan sementara yang tidak
penting, meskipun gaya hidupku terbilang kuno.. hahaha
Man can not control me,, I am FREE... no BF
Kubuka whatsap, kulihan pesan, kupandangi semua pic yang ada
di kontakku, kulihat profil DIA,, Hmm sudah seminggu Wmnya tidak aktif, last
seen 8:14pm, 12/23/2012, kulihat pesan- pesan terdahulunya, kubaca lagi dan
lagi... itulah terakhir kali aku kontak dengannya, December 10, 2012 at 4.52pm.
Aku percaya pada cinta pandangan pertama, AKU dan DIA,
bertemu pada waktu yang tidak pernah aku duga, ditempat yang tidak pernah aku
duga, dijam yang tidak pernah aku duga.. semua diluar kendali, tak pernah
direncanakan..
Pada hari Minggu, 2-12-2012 kami di pertemukan kembali,
selintas pandanganku menuju sosok yang selama ini sangat aku kenal telah
melintas dihadapanku, darahku mendesir, jantungku kian berdetak kencang,
badanku terasa kaku, akupun meliriknya beberapa kali untuk meyakinkan
penglihatanku.
Y ALLAH,,, ternyata DIA ada dihadapanku.... orang yang
selama ini tak ada kabar lagi, dan perlahan-lahan sudah mulai bisa melupakan
semua tentangnya ternyata muncul kembali,, aku tidak tahu apa yang akan
direncanakan tuhan untukku.. tapi kenapa harus sekarang di tempat ini,, tempat
yang mau dia tinggalkan selamanya ANDROID PADANG...
DIA mulai mendekat ke arah ku, memanggilku dengan suaranya
yang sangat suka aku dengar,, NDA...........
Aku mengulurkan tangan ku dan tersenyum padanya,, begitu
kaku, dan hanya beberapa percakapan AKU dan DIA ... usai sudah... begitu
merindukannya kembali...
WISHES
Selasa, 1 januari 2013
Tahun baru untuk memulai segalanya,, hidup baru bagi ku
untuk memulai semua dari awal..
Langkahkukan ku ayunkan ... tak perlu apapun yang
menderanya,,
Masa lalu telah berlalu dan kini mulai untuk yag baru
kembali, mulai lagi, mencoba lagi lagi dan lagi...
Hari ini begitu indah , terlelap dalam mimpi semalam yang
meski mata masih mengantuk, ku terjaga dan melihat sosok wajah yang cantik
sedang mendengkur pulas. Dialah sahabat ku yang selalu menemaniku, Yunita
pantate lebare molore itulah sebutan gurauanku padanya... malam itu tanggal 31
Desember 2012 dia menemani malamku dalam kesunyian malam tahun baru. Meskipun
tidak merayakan kami hanya duduk di Solaria, bercandaria, makan dan minum
bersama dengan beberapa teman lainnya yang tak diduga akan bertemu dimalam itu,
Ewis, Ipin, Agung, Yunita dan aku.
Tak ingin bermalas-malasan di pagi itu aku langsung
mempersiapkan semuanya untuk memulai petualangan baruku.. DREAM IT.. WISH IT...DO IT...
Sabtu, 03 November 2012
DREAM
Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya" - Walt Disney
Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan.
- Orang pertama adalah yang menyangkal dirinya memiliki bakat. "Ah, saya tidak punya bakat apa-apa" sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia.
- Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah" begitu alasannya.
- Orang ketiga adalah yang merasa takut. "Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan orang, lebih baik saya diam saja, bukankah lebih aman?" itu selalu yang dikatakannya.
- Orang keempat tidak mau bertanggung jawab. Dia selalu berdalih bahwa orang lain atau keadaanlah yang salah. "Bagaimana saya dapat mengembangkan bakat saya kalau orang di sekitar saya dan keadaan tidak mendukung" katanya menyalahkan keadaan.
Temanku yang berbakat, saya yakin Anda tidak termasuk dalam keempat tipe orang tersebut. Bakat Anda terlalu sayang untuk disia-siakan, karena artinya Anda menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan telah mendesain dan menciptakan manusia dengan keistimewaannya masing-masing. Kembangkan bakatmu, kejarlah mimpimu.
Minggu, 28 Oktober 2012
AKIBAT BENCANA GEMPA TERHADAP LINGKUNGAN
Ditengah
terjadinya bencana alam saat ini, sekarang kita berada di momentum yang tepat
untuk selalu membicarakan tentang “pesan” alam. Semua itu bukan lagi
tanda-tanda karena berbagai akibat sudah kita rasakan bersama dari skala besar,
global, hingga imbas yang kita rasakan sehari-hari. Konsep tanah air udara
tidak ada lagi keseimbangan sekarang
menjadi tidak beraturan dan semuanya bisa menjadi ancaman.
Bencana ini
memiliki dampak yang beruntut, kerusakan yang satu akan mempengaruhi pada
kerusakan yang lainnya, baik terhadap tanah, air maupun udara. Hal ini
mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem, dan mengalami penurunan kualitas
lingkungan karena adanya perubahan lingkungan. Dibawah ini ada beberapa akibat
bencana gempa dan tsunami terhadap lingkungan :
1.
Longsor
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Hentakan
gempa dan bergoyangnya tanah menyebabkan keluarnya tanah dan massa batuan yang menyebabkan tanah
longsor, lumpur, dan longsornya batuan di atasnya. Semua ini mendorong
terjadinya kerusakan dan kerugian pada kehidupan di muka bumi ini.
2.
Kerusakan bangunan
Gelombang pada gempa bumi menyebabkan lapisan tanah bergerak, menggoyangkan
bangunann gedung dan menyebabkan kontruksi bangunan menjadi tidak kokoh atau
kerangka bangunan menjadi lemah, bahkan sebagian atau keseluruhan bangunan
menjadi runtuh.
Bergoyangnya lapisan tanah juga melemahkan tanah dan bahan material fondasi
dibawah kerangka bangunan serta bisa menyebabkan perubahan yang dramatis dalam
susunan tanah halus dan tanah jenis berbutir/pasir selama terjadinya gempa,
tanah jenuh yang berpasir menjadi seperti cairan lumpur. Proses nya disebut
pencairan. Proses pencairan menyebabkan kerusakan pada material fondasi tanah
dan kerangka bangunan menjadi lemah.
3.
Banjir
Gempa bumi juga bisa menyebabkan air dalam sebuah waduk atau danau mengalir
k berbagai arah atau tumpah kembali dan keluar. Air yanga mengalir dalam jumlah
besar tersebut akan memenuhi sungai-sungai dibawahnya akibat rusaknya danau
atau jebolnya waduk akibat gempa..
4.
Kebakaran
Akibat gempa yang lain adalah kebakaran. Bencana susulan ini biasanya
terjadi didaerah pemukiman padat penduduk maupun gedung bertingkat, hal itu
disebabkan oleh bahan bangunan gedung, bahan material apartemen maupun permukiman
padat penduduk yang digunakan.
Jika bahan tersebut sangat rentan terhadap api, kebakaran bisa terjadi.
Kebakaran bisa pula karena putusnya aliran listrik tiba-tiba sehingga terjadi
percikan api atau meledaknya tabung gas dan pipa gas karena bocor setelah
terjadinya gempa.
5.
Polusi udara
Kebakaran karena rusaknya installasi bangunan mengakibatkan tercemarnya
udara karena meningkatnya gas karbondioksida CO2
6.
Perubahan
struktur tanah dan batuan
Dengan adanya getaran serta gerakan yang disebabkan oleh tenaga endogen
maka struktur tanah akan berubah dan mengalami kerusakan
7.
Krisis air
bersih
Getaran dan goncangan besar karena gempa mengakibatkan aliran-aliran sungai
bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak.
8.
Tsunami
Selain itu gempa bumi juga dapat mengakibatkan tsunami. Gelombang tsunami
disebabkan oleh adanya gempa bumi tektonik yang dahsyat di dasar laut atau
hiposentrumnya dibawah dasar laut. Gempa tersebut terjadi karena adanya gesekan
lempeng litosfer.
9.
Degradasi lahan dan kerusakan
bentang lahan
Rusaknya
struktur tanah dan terkikisnya lapisan tanah yang disebabkan oleh gempa dan
tsunami akan berdampak bagi manusia
dan mahluk hidup lainnya. Degradasi lahan
akan mengakibatkan penurunan produktivitas, migrasi, ketidakamanan pangan,
bahaya bagi sumberdaya dan ekosistem dasar, serta kehilangan biodiversitas
melalui perubahan habitat baik pada tingkat spesies maupun genetika.
Selain itu degradasi lahan akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi
masyarakat yang bergantung pada lahan sebagai sumber penghidupannya berupa
meningkatnya angka kemiskinan.
10. Hilangnya makhluk hidup dan munculnya penyakit
Bencana gempa dan tsunami
menghilangkan nyawa manusia tumbuhan dan hewan akibat tertimpa runtuhan serta
tersapu oleh gelombang air yang besar. Beberapa jenis keanekaragaman hayati
terancam akan menyebabkan perubahan pada komposisi dan penyebaran geografis
ekosistem.
Setiap individu harus beradaptasi pada perubahan yang terjadi, sedangkan
habitatnya akan terdegradasi. Spesis yang tidak dapat beradaptasi akan terancam
punah. Pada wilayah pantai rusaknya ekosistem pantai seperti terumbu karang,
serta hutan bakau bahkan usaha tambak nelayan dan pemukiman. Rusaknya lahan
pertanian akan menyebabkan kerawanan pangan, kemiskinan dan penyakit.
Timbulnya penyakit adalah hal yang
paling di khawatirkan, terutama di negara berkembang dan negara miskin. Hal itu
disebabkan karena tidak memadainya air, sanitasi dan fasilitas kesehatan.
Dengan demikian, penyakit dan infeksi akan mudah berkembang dan menyebar.
Langganan:
Postingan (Atom)













