Kamis, 17 Januari 2013

PERUBAHAN SOSIAL


Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada yang cepat, ada yang baik, ada yang buruk, ada yang disengaja dan ada yang tidak disengaja. Perubahan dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku,susunan organisasi, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang. Perubahan sosial adalah perubahan pada srtuktur dan hubungan sosial (Saptono dan Bambang, 2006:88). Masyarakat sebagai suatu sistem senantiasa mengaami perubahan. Perubahan sosial selalu dihubungkan dengan perubahan budaya. Menurut Mac. Iver dalam Philipus dan Nurul (2009:55-56) perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (social relations) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) dalam hubungan sosial.

Inti perubahan sosial adalah faktor dinamika manusianya yang kreatif. Anggota masyarakat harus bersikap terbuka bahkan secara kreatif menciptakan kondisi perubahan, terutama di bidang ekonomidan pola hidup sehari-hari. Perubahan sosial bersifat berantai melibatkan segala aspek kehidupan dan kadang diselingi gejolak konflik berupa proses perubahannya. Perubahan seiring dengan berkembangnya masyarakat dari kehidupan sederhana menjadi kehidupan yang kompleks. Proses perubahan bisa berlangsung siklus dan berulang-ulang sehingga sampai tahap tertentu yang dapat merubah struktur sosial.
Penyebab perubahan sosial terjadi karena  anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap keadaan yang lama. Tahap pertama diawali dengan kepercayaan, kemudian indera manusia dan tahap berikut atas dasar kebenaran. Pada waktu munculnya perilaku tertentu sosial baru dalam masyarakat, maka yang pertama kali yang terjadi adalah proses kepercayaan, berikut melihat realita sosial, jika perubahan itu menguntungkan bagi kehidupan maka perlahan menerima sebagai suatu kebenaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan yaitu:
a.       Pertambahan dan berkurangannya jumlah penduduk.
Perubahan jumlah penduduk dapat menyebabkan perubahan pada struktur masyarakat terutama mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan.
b.      Penemuan-penemuan baru.
Adanya penemuan-penemuan baru juga menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Jalannya unsur kebudayaan baru yang terbesar kelain-lain bagian dari masyarakat dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya di pakai dalam masyarakat yang bersangkutan.penemuan baru itu dapat berupa benda-benda yang bersifat fisik dan non fisik seperti ide-ide baru, sistem hukum atau aliran-aliran kepercayaan baru.
c.       Pengaruh kebudayaan masyarakat yang lain.
Masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya tetapi ia menerima dari pengaruh masyarakat
d.      Pertentangan masyarakat
e.       Terjadinya pemberontakan revolusi

2 komentar: