Kamis, 17 Januari 2013

POLA KONSUMSI


Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan nila guna barang atau jasa. Barang konsumsi menurut kebutuhannya yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Tujuan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Setiap orang atau keluarga mempunyai skala kebutuhan yang dipengaruhi oleh pendapatan. Oleh karena itu besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
a.       Kemampua masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi.
Ketersediaan barang juga mempengaruhi konsumsi. Kalaupun pendapatan tinggi, tetapi barangnya tidak tersedia, kita tidak dapat mengkonsumsi barang tersebut.
b.      Besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan.
Biasanya semakin tinggi penghasilan, semakin banyak jumlah dan jenis barang dan jasa yang dapat dibeli. Sebaliknya semakin rendah penghasilan, maka semakin terbatas jumlah dan jenis barang serta jasa yang dapat dibeli makin terbatas.
c.       Tingkat harga barang-barang.
Semakin tinggi harga barang dan jasa, semakin sedikit jumlah dan jenis barang serta jasa yang dapat dibeli. Sebaliknya, semakin rendah harga barang dan jasa, semakin banyak barang dan jasa yang dapat dibeli dengan sejumlah uang yang sama.
d.      Jumlah tanggungan keluarga.
Semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka semakin banyak pula jumlah dan jenis konsumsi keluarga yang bersangkutan.
e.       Tingkat pendidikan.
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin beragam kebutuhan orang tersebut
f.       Tempat Tinggal.
Lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi konsumsi seseorang. Contohnya saja orang yang tinggal di daerah pedesaan tentu berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal di daerah perkotaan. Biasanya, kebutuhan orang yang tinggal di perkotaan lebih banyak daripada kebutuhan orang yang tinggal di pedesaan.
Di samping faktor tersebut, besarnya konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh selera dan intensitas kebutuhannya terhadap barang yang bersangkutan serta adanya barang subsitusi. Semakin tinggi selera dan intensitas kebutuhannya akan cendrung semakin besar jumlah konsumsinya. Sedangkan semakin banyak jumlah dan jenisnya barang subsitusi akan menyebabkan semakin berkurangnya jumlah konsumsi masyarakat (tingkat konsumsi masyarakat) mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakat tersebut, artinya makin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti makin tinggi pula tingkat kemakmurannya.


Pola konsumsi merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi tingkat konsumsi. Pola konsumsi merupakan suatu bentuk kegiatan dalam kehidupan manusia di dunia yang dinyatakan dalam aktivitas, minat dan pendapat/opini seseorang. Secara sederhana gaya hidup digunakan untuk menggambarkan seseorang, sekelompok orang yang saling berinteraksi.
 Kondisi pendapatan seseorang akan mempengaruhi tingkat konsumsinya. Makin tinggi pendapatan, makin banyak jumlah barang yang di konsumsi. Sebaliknya, makin sedikit pendapatan, makin berkurang jumlah barang yang dikonsumsi. Dimana konsumsi masyarakat berubah dari waktu ke waktu tergantung kepada selera, pendapatan dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar