Kamis, 24 Januari 2013

PERTANYAAN TENTANG SOULMATE


Kamis, 24 Januari 2013 

Kalau yang namanya belahan jiwa itu sungguh ada, ada orang yang membuatmu merasa lengkap, bahagia dan terpenuhi dalam hidup itu sungguh nyata....



Pertanyaannya adalah..........

Dimanakah soulmate itu berada?

Terselip di antara gedung-gedungj jangkung kota?

Terpencil ditengah lautan?

Sedang berkelana dalam rimbanya hutan?

Mengejar angin, memanah awan, membanting petir?

Atau tersembunyi dibalik rumitnya mesin angka dan teknologi?

Apakah dia seorang yang jauh?

Pangeran impian dari negeri antah berantah?

Atau seorang yang sangat dekat, yang jaraknya hanya terpisah satu helaan nafas dan satu kedipan mata?

Atau sesungguhnya soulmate itu tak pernah ada?

Hanya kisah penghibur lara yang sudah adasejak zaman dulu kala?

Isapan jempol bagi jiwa-jiwa sederhana yang masih percaya pada asa?

??????????????????????

Kamis, 17 Januari 2013

PERUBAHAN BENTUK RUMAH


Indonesia memiliki keanekaragaman budaya baik berupa fisik maupun non fisik. Budaya yang berupa fisik dapat dirasakan oleh panca indra kita, dapat dilihat, dirasakan secara langsung. Salah satunya adalah arsitektur tradisional yang berupa bentuk rumah tradisional. Rumah Gadang merupakan rumah tradisonal  yang berasal dari Sumatera Barat, Rumah Gadang menjadi ciri khusus baik dilihat dari material dan bentuknya sebagai identitas local yang khas daerah Sumatera Barat khususnya di daerah Kelurahan Koto Tangah.
Seiring perjalanan waktu dan pengaruh dari luar lingkungan memberikan pengaruh pada bentuk rumah yang ada di Kelurahan Koto Tangah. Perubahan dari luar ini salah satunya di sebabkan oleh pengembangan wilayah perumahan di Kelurahan Koto Tangah hal ini ada indikasi bahwa terjadi perubahan bentuk rumah tradisional menuju arah bentuk rumah masa kini. Ada proses perubahan bentuk asal (rumah) dengan jalan rumah tersebut berubah sampai pada tingkatan tertentu akibat adanya reaksi dari keberagaman dinamika luar (alam lingkungan) serta dalamnya (manusia). Perubahan rumah tradisional merupakan perubahan bentuk dari rumah asal yang diwarisi oleh tradisi generasi sebelumnya menjadi bentuk “baru” akibat adanya dinamika luar (alam lingkungan) serta di dalamnya (manusia). Rumah dalam arti sebagai ‘house’ akan menitikberatkan pada fungsi rumah secara fisik, melindungi terhadap gangguan alam. Sedangkan rumah dalam arti ‘home’ akan menitikberatkan pada kepentingan kejiwaan, sosial dan budaya (Yudohusodo, 1991).
Hakekat rumah yang pertama dalam eksistensi manusia menurut Poespowardojo (1982) adalah dunia dimana dia harus mengembangkan diri dengan merealisasikan kemampuannnya dan memenuhi kebutuhannya. Hakekat yang kedua adalah menyesuaikan dengan budaya. Penyesuaian dengan budaya akan tergambarkan dalam perubahan sarana hidup, tata hidup dan nilai hidupnya.
Dalam hal kebutuhan manusia, Maslow (dalam Globe, 1987) mengemukakan tentang kebutuhan dasar dalam suatu klasifikasi kebutuhan manusia sebagai berikut: (1) Kebutuhan fisiologis, (2) Kebutuhan keamanan, (3) Kebutuhan sosial, kebutuhan akan rasa memiliki, dimiliki dan akan kasih sayang, (4) Kebutuhan akan penghargaan, (5) Kebutuhan akan aktualisasi diri, realisasi diri. Dalam hal ini dikatakan setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan dasar tersebut tidak selalu dapat dirasakan berurutan, tetapi pada kenyataannya banyak dirasakan datang secara acak (lateral).

Selain lima kebutuhan dasar tersebut, Maslow (dalam Globe, 1987) menyebutkan tentang dua kebutuhan manusia yang tak kalah pentingnya yaitu : Kebutuhan akan estetika dan kebutuhan akan pertumbuhan. Merujuk dari tingkatan kebutuhan dari Maslow maka kebutuhan dasar manusia menyangkut kebutuhan biologis dan fisiologis. Kebutuhan biologis dan kebutuhan fisiologis akan berubah dengan terjadinya perubahan jumlah penghuni, perubahan umur dan komposisi jenis kelamin dari penghuni. Realisasi kemampuan diri disini tentunya adalah realisasi dalam kaitan pemenuhan kebutuhan.
Kemampuan seseorang dalam memenuhi tuntutan kebutuhan tentunya akan menggambarkan kemampuan sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi akan dapat tergambarkan dari penghasilan keluarga. Perubahan penghasilan keluarga mestinya akan tergambarkan dalam perubahan kemampuan merealisasi dan memenuhi kebutuhan.

Dalam kaitan rumah dipandang sebagai proses, rumah akan berkembang sejalan dengan perkembangan psikologis penghuni, perkembangan sosial penghuni, dan perkembangan ekonomi keluarga (Silas, 1983). Dalam hal rumah sebagai proses, rumah akan berkembang sesuai dengan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan dan penghuninya. Aspek psikologis digambarkan oleh Bell, dkk (1978), Gifford (1987) dan Sarwono (1992) meliputi faktor personal, situasi sosial dan situasi budaya dari manusianya. Aspek sosial menurut Sumardjan (1991) akan berubah dengan bersumber pada faktor biologi, faktor teknologi, dan faktor ideologi. Perubahan faktor teknologi akan dapat menggambarkan perubahan kebiasaan, perubahan cara berfikir dan perubahan dalam bertindak.

POLA KONSUMSI


Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan nila guna barang atau jasa. Barang konsumsi menurut kebutuhannya yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Tujuan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Setiap orang atau keluarga mempunyai skala kebutuhan yang dipengaruhi oleh pendapatan. Oleh karena itu besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
a.       Kemampua masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi.
Ketersediaan barang juga mempengaruhi konsumsi. Kalaupun pendapatan tinggi, tetapi barangnya tidak tersedia, kita tidak dapat mengkonsumsi barang tersebut.
b.      Besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan.
Biasanya semakin tinggi penghasilan, semakin banyak jumlah dan jenis barang dan jasa yang dapat dibeli. Sebaliknya semakin rendah penghasilan, maka semakin terbatas jumlah dan jenis barang serta jasa yang dapat dibeli makin terbatas.
c.       Tingkat harga barang-barang.
Semakin tinggi harga barang dan jasa, semakin sedikit jumlah dan jenis barang serta jasa yang dapat dibeli. Sebaliknya, semakin rendah harga barang dan jasa, semakin banyak barang dan jasa yang dapat dibeli dengan sejumlah uang yang sama.
d.      Jumlah tanggungan keluarga.
Semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka semakin banyak pula jumlah dan jenis konsumsi keluarga yang bersangkutan.
e.       Tingkat pendidikan.
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin beragam kebutuhan orang tersebut
f.       Tempat Tinggal.
Lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi konsumsi seseorang. Contohnya saja orang yang tinggal di daerah pedesaan tentu berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal di daerah perkotaan. Biasanya, kebutuhan orang yang tinggal di perkotaan lebih banyak daripada kebutuhan orang yang tinggal di pedesaan.
Di samping faktor tersebut, besarnya konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh selera dan intensitas kebutuhannya terhadap barang yang bersangkutan serta adanya barang subsitusi. Semakin tinggi selera dan intensitas kebutuhannya akan cendrung semakin besar jumlah konsumsinya. Sedangkan semakin banyak jumlah dan jenisnya barang subsitusi akan menyebabkan semakin berkurangnya jumlah konsumsi masyarakat (tingkat konsumsi masyarakat) mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakat tersebut, artinya makin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti makin tinggi pula tingkat kemakmurannya.


Pola konsumsi merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi tingkat konsumsi. Pola konsumsi merupakan suatu bentuk kegiatan dalam kehidupan manusia di dunia yang dinyatakan dalam aktivitas, minat dan pendapat/opini seseorang. Secara sederhana gaya hidup digunakan untuk menggambarkan seseorang, sekelompok orang yang saling berinteraksi.
 Kondisi pendapatan seseorang akan mempengaruhi tingkat konsumsinya. Makin tinggi pendapatan, makin banyak jumlah barang yang di konsumsi. Sebaliknya, makin sedikit pendapatan, makin berkurang jumlah barang yang dikonsumsi. Dimana konsumsi masyarakat berubah dari waktu ke waktu tergantung kepada selera, pendapatan dan lingkungan.

MATA PENCAHARIAN


Menurut kamus bahasa Indonesia mata pencaharian adalah pekerjaan atau pencaharian utama (yang dikerjakan untuk kebutuhan sehari-hari). Mata pencaharian merupakan aktifitas manusia untuk memperoleh taraf hidup yang layak dimana antara daerah satu dengan daerah yang lainnya berbeda sesuai dengan taraf kemampuan penduduk dan keadaan demografinya (Daldjoeni, 1987:89).

Mata pencaharian dibedakan menjadi dua yaitu mata pencaharian pokok dan mata pencaharian sampingan. Mata pencaharian pokok adalah keseluruhan kegiatan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada yang dilakukan sehari-hari dan merupakan mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mata pencaharian sampingan adalah mata pencaharian di luar mata pencaharian pokok (Susanto, 1993:183). Mata pencaharian adalah keseluruhan kegiatan untuk mengeksploitasi dan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada pada lingkungan fisik, sosial dan budaya yang terwujud sebagai kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi (Mulyadi, 1993:79).
Mata pencaharian menurut Mubyarto (1985:207-209) meliputi :
a.       Petani/nelayan meliputi sawah, tegalan, tambak, kebun/perkebunan, peternakan.
b.      Buruh tani meliputi buruh tani, ternak, tambak, pengemudi traktor.
c.       Buruh industri meliputi buruh kasar industri, buruh pengrajin, operasi mesin, buruh pengolahan hasil pertanian.
d.      Usaha industri/penjual meliputi pengelolaan hasil pertanian, tekstil, batik, jahit, industri plastik, industri makanan dan minuman, pandai besi.
e.       Pedagang/penjual meliputi pemilik toko, pelayan toko, pedagang keliling (hasil pertanian, pedagang es dan pedagang bakso), kios/warung.
f.       Pekerjaan angkutan yaitu sopir, kenek, tukang becak, pengusaha angkutan, ojek.
g.      Pekerjaan bangunan yaitu pengusaha bangunan, tukang/buruh bangunan, tukang kayu dan mandor bangunan.
h.      Profesional meliputi tenaga kesehatan (PLKB, bidan), seniman, guru/dosen, Pegawai Negeri, pamong, polisi, TNI, tenaga lain (termasuk guru mengaji, pengurus masjid).
i.        Pekerjaan jasa meliputi pelayan rumah makan, pembantu rumah tangga, binatu/tukang cuci, penata rambut, dukun bayi/pijat, mencari barang di alam bebas, tenaga jasa lain (tukang kebun, jasa keamanan/ bukan pegawai negeri dan tukang pikul).

 Menurut Yusuf (1988:21) menyatakan bahwa perubahan mata pencaharian adalah terjadinya atau berubahnya mata pencaharian masyarakat dari satu sistem ke sistem lain. Perubahan tersebut terjadi karena peningkatan kebutuhan, peningkatan pengetahuan, tersedianya waktu dan kesempatan untuk meningkatkan produktifitas.

PERUBAHAN SOSIAL


Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada yang cepat, ada yang baik, ada yang buruk, ada yang disengaja dan ada yang tidak disengaja. Perubahan dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku,susunan organisasi, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang. Perubahan sosial adalah perubahan pada srtuktur dan hubungan sosial (Saptono dan Bambang, 2006:88). Masyarakat sebagai suatu sistem senantiasa mengaami perubahan. Perubahan sosial selalu dihubungkan dengan perubahan budaya. Menurut Mac. Iver dalam Philipus dan Nurul (2009:55-56) perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (social relations) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) dalam hubungan sosial.

Inti perubahan sosial adalah faktor dinamika manusianya yang kreatif. Anggota masyarakat harus bersikap terbuka bahkan secara kreatif menciptakan kondisi perubahan, terutama di bidang ekonomidan pola hidup sehari-hari. Perubahan sosial bersifat berantai melibatkan segala aspek kehidupan dan kadang diselingi gejolak konflik berupa proses perubahannya. Perubahan seiring dengan berkembangnya masyarakat dari kehidupan sederhana menjadi kehidupan yang kompleks. Proses perubahan bisa berlangsung siklus dan berulang-ulang sehingga sampai tahap tertentu yang dapat merubah struktur sosial.
Penyebab perubahan sosial terjadi karena  anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap keadaan yang lama. Tahap pertama diawali dengan kepercayaan, kemudian indera manusia dan tahap berikut atas dasar kebenaran. Pada waktu munculnya perilaku tertentu sosial baru dalam masyarakat, maka yang pertama kali yang terjadi adalah proses kepercayaan, berikut melihat realita sosial, jika perubahan itu menguntungkan bagi kehidupan maka perlahan menerima sebagai suatu kebenaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan yaitu:
a.       Pertambahan dan berkurangannya jumlah penduduk.
Perubahan jumlah penduduk dapat menyebabkan perubahan pada struktur masyarakat terutama mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan.
b.      Penemuan-penemuan baru.
Adanya penemuan-penemuan baru juga menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Jalannya unsur kebudayaan baru yang terbesar kelain-lain bagian dari masyarakat dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya di pakai dalam masyarakat yang bersangkutan.penemuan baru itu dapat berupa benda-benda yang bersifat fisik dan non fisik seperti ide-ide baru, sistem hukum atau aliran-aliran kepercayaan baru.
c.       Pengaruh kebudayaan masyarakat yang lain.
Masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya tetapi ia menerima dari pengaruh masyarakat
d.      Pertentangan masyarakat
e.       Terjadinya pemberontakan revolusi

PENGEMBANGAN WILAYAH PERUMAHAN


Pembangunan adalah upaya secara sadar untuk mengubah nasib bangsa. Pembangunan adalah untuk mengubah masa lampau yang buruk menjadi lebih baik, merupakan pula suatu upaya yang terus menerus untuk membuat yang lebih baik menjadi lebih baik lagi. Pada hakekatnya pengembangan  merupakan upaya untuk memberi nilai tambah dari apa yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Rahardjo (2006:13) pengembangan juga merupakan produk belajar, bukan hasil produksi; belajar memanfaatkan kemampuan yang dimiliki bersandar pada lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya proses pengembangan itu juga merupakan proses belajar. Hasil yang diperoleh dari proses tersebut, yaitu kualitas hidup meningkat, akan dipengaruhi oleh instrument yang digunakan. Maka pengembangan wilayah merupakan upaya memberdayakan stakeholders (masyarakat, Pemerintah, Pengusaha) di suatu wilayah, terutama dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan di wilayah tersebut dengan instrument yang dimiliki atau dikuasai, yaitu teknologi. Pengembangan wilayah merupakan upaya mengawinkan secara harmonis sumberdaya alam, manusia dan teknologi, dengan memperhitungkan daya tampung lingkungan itu sendiri.


Menurut Rahadjo (2006: 86) perumahan (housing) berarti kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi sarana dan prasarana lingkungan. Perumahan dan permukiman, selain berfungsi sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia juga memberikan konstribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam pembangunan di segala bidang, khususnya pada pembangunan perumahan dan permukiman, masyarakat berperan sebagai pelaku utama, sementara pemerintah mempunyai kewajiban sebagi pihak yag bertugas, mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang kondusif. Demi tercapainya tujuan pembangunan daerah, kegiatan pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung dan melengkapi sehingga terjadi satu kesatuan lagkah.
Bila dikaji melalui pengertian yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (Suparno,  2006:29).
Menurut Eko (2005:97) perumahan sebagai kebutuhan dasar manusia yang berbudaya, terpancang pada tulisan hieroglyph Mesir kuno yang melambangkan rumah sebagai payudara yang subur dari dewi yang dipujinya.. Berarti bahwa rumah dilihat sebagai sumber kehidupan, yang takkan pernah kering untuk ditimba guna kepentingan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia.
Suatu kawasan perumahan diarahkan untuk membina suatu komunitas bertempat tinggal yang mampu menumbuhkan dan membina solidaritas yang sosial dan kerja sama (Bagoes, 2002-95). Disini berbagai kemungkinan ragam seperti penghasilan, etnis, agama, usia, profesi, pendidikan, dan jenis kelamin. Pembangunan perumahan yang akan dijalankan baik oleh swasta (developer) maupun pemerintah (Perumnas) sebenarnya harus berlandaskan kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Apabila pelaksanaan pembangunan tersebut dilaksanakan berdasarkan peraturan yang ada maka akan tercipta keamanan dan kenyamanan di lingkungan internal maupun eksternal perumahan tersebut. Lebih dari itu juga akan tercipta pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berkesinambungan.
Pembangunan perumahan dan permukiman pada dasarnya merupakan tugas dan tanggung jawab masyarakat sendiri. Pemerintah berkewajiban memberi kemudahan dan menciptakan iklim yang mendorong bagi tumbuh dan berkembangnya prakarsa dan swadaya masyarakat.
Rumah mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai kata benda dan sebagai kata kerja. Sebagai kata benda rumah (housing) menggambarkan suatu komoditi atau produk, sedangkan sebagai kata kerja, rumah menggambarkan suatu proses aktifivitas manusia yang terjadi dalam Penghunian tersebut. Ada tiga fungsi rumah di samping fungsi umumnya, yaitu :
a.       Sebagai identitas keluarga yang berkaitan dengan pekerjaan.
b.      Menunjang kesempatan keluarga, yang berkaitan dengan pekerjaan.
c.       Pemberi rasa aman yang berkaitan dengan jaminan terhadap rasa aman keluarga.
Dari ulasan diatas bahwa perumahan selain berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian yang digunakan manusia untuk berlindung dari gangguan makhluk hidup lainnya, merupakan pula tempat untuk menyelenggarakan kegiatan bermasyarakat, maka penataan ruang dan kelengkapan sarana dan prasarana lainnya, dimaksudkan agar lingkungan tersebut menjadi lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur. Permukiman dan perumahan salah satu kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya terus diupayakan agar anggota masyarakat dapat menempati rumah dengan dengan lingkungan permukiman yang layak, sehat, aman dan dinamis.
Tempat tinggal sebenarnya tidak terpisahkan dari unsur lingkungannnya sehingga unsur lingkungan ini harus dijaga agar mempunyai hubungan yang harmonis. Manusia, tempat tinggal dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena hakikatnya manusia merupakan bagian dari lingkungannya. Manusia dapat dibentuk oleh tempat tinggal dan lingkungan. Sebaliknya tempat tinggal dan lingkungan akan dibentuk serta diubah oleh manusia selama manusia itu menjalani kehidupannya.

Selasa, 08 Januari 2013

WANNA BE


Senin, 7 Januari 2013

Dippp...dippp..dippp mataku berkedip-kedip, otot kelopak mataku sebelah kanan bergerak sendiri, kenapa yah,,, ada sesuatukah dihari ini...???


Ya jawabannya adalaaaahhh IYA... Ada sesuatu yang ISTIMEWA di hari ini.... aku mendapatka satu tanda tanan ACC ujian proposal dihari ini, begitu bahagia tak terhingga, sudah sekian lama akhirnya dapat juga..
Tapi jangan senang dulu,  ini baru awal dari petualanganku, masih banyak jalan dan tantangan yang akan aku lalui tetap semangat. Jam setengah 9 pagi aku melangkah dengan keyakinan, BISMILLAHHIROBBILALAMIIN, ku menunggu, menanti, jam demi jam, pose duduk , berdiri, jalan mondar –mandir.. dan sedikit hiburan mengobrol dengan teman – teman ku yang sedang menunggu dosen lain supaya tidak membosannkan. Pada akhirnya jam 4 sore giliranku menghadap bu Erna, hanya beberapa pertanyaan yang di lontarkan kepadaku,, dan tangan ibu langsung mengarah ke cover dan mencoretnya dengan tanda tangannya,,, ALHAMDULILLAH...

Begitulah nasib mahasiswa tingkat akhir, selalu rajin ke kampus meski tidak ada jadwal kuliah lagi. Menunggu dosen untuk bimbingan, dari pagi sampe sore, tak pandang lelah, tak pandang lapar yang penting bisa bimbingan.

Proposalku baru dapat satu tanda tangan dari dosen pembimbing satu, aku masih harus bekerja keras dengan semangat yang tidak pernah pudar, dalam hatiku, ku niatkan dalam minggu ini harus selesai memasukkan jadwal seminar. Aku harus berburu satu dosen lagi,,,, YA ITU dia... dosen yang satu ini susah ditemui ... hmm yang penting kuatkan tekad... CEMANGKAAAA!! NO MATTER HOW HARD THE PAST, YOU CAN ALWAYS BEGIN AGAIN ;)

GALAU YANG MERACAU


Minggu, 6 Januari 2013

Semangatku hari ini begitu membara-bara... wkwk. Kupersiapkan semuanya untuk hari Senin besok. Kulengkapi proposalku lembar demi lembar. Diiringi musik favoritku, tanpa musik hidupku GALAU...

Belajar dengan ditemani musik, itu membuatku mudah dalam menyelesaikannya.. begitu comfort.. termenung sebentar disaat melihat isi dompet yang hanya berisi 22 ribu, hadehhhh...aku mengahabiskan uangku sebelum waktunya. Padahal hanya untu makan dan membeli perlengkapan bulanan yang mulai habis. Ditambah pula ibu kos sudah menagih, padahal baru tanggal 3, dengan sedikit alasan yang logia aku berhasil meyakinkan ibu kos ku yang cantik jelita dan awet muda itu.

SO DAMN I LOVE YOU


Sabtu, 5 Januari 2013

Hari ini hari sabtu, semua para muda mudi masa kini sangat berbahagia, itulah trend mode masa kini, malam mingguan bersama BF ataupun GF...yang tidak punya pasangan gigit jari, melongo, GALAU...
Tidak bagiku, hahaha... semua hari sama saja, tidak peduli akan trend masa kini, biarlah semua itu hanya kesenangan sementara yang tidak penting, meskipun gaya hidupku terbilang kuno.. hahaha
Man can not control me,, I am FREE...  no BF

Kubuka whatsap, kulihan pesan, kupandangi semua pic yang ada di kontakku, kulihat profil DIA,, Hmm sudah seminggu Wmnya tidak aktif, last seen 8:14pm, 12/23/2012, kulihat pesan- pesan terdahulunya, kubaca lagi dan lagi... itulah terakhir kali aku kontak dengannya, December 10, 2012 at 4.52pm.
Aku percaya pada cinta pandangan pertama, AKU dan DIA, bertemu pada waktu yang tidak pernah aku duga, ditempat yang tidak pernah aku duga, dijam yang tidak pernah aku duga.. semua diluar kendali, tak pernah direncanakan..

Pada hari Minggu, 2-12-2012 kami di pertemukan kembali, selintas pandanganku menuju sosok yang selama ini sangat aku kenal telah melintas dihadapanku, darahku mendesir, jantungku kian berdetak kencang, badanku terasa kaku, akupun meliriknya beberapa kali untuk meyakinkan penglihatanku.
Y ALLAH,,, ternyata DIA ada dihadapanku.... orang yang selama ini tak ada kabar lagi, dan perlahan-lahan sudah mulai bisa melupakan semua tentangnya ternyata muncul kembali,, aku tidak tahu apa yang akan direncanakan tuhan untukku.. tapi kenapa harus sekarang di tempat ini,, tempat yang mau dia tinggalkan selamanya ANDROID PADANG...

DIA mulai mendekat ke arah ku, memanggilku dengan suaranya yang sangat suka aku dengar,, NDA...........
Aku mengulurkan tangan ku dan tersenyum padanya,, begitu kaku, dan hanya beberapa percakapan AKU dan DIA ... usai sudah... begitu merindukannya kembali...


WISHES


Selasa, 1 januari 2013

Tahun baru untuk memulai segalanya,, hidup baru bagi ku untuk memulai semua dari awal..
Langkahkukan ku ayunkan ... tak perlu apapun yang menderanya,,
Masa lalu telah berlalu dan kini mulai untuk yag baru kembali, mulai lagi, mencoba lagi lagi dan lagi...

Hari ini begitu indah , terlelap dalam mimpi semalam yang meski mata masih mengantuk, ku terjaga dan melihat sosok wajah yang cantik sedang mendengkur pulas. Dialah sahabat ku yang selalu menemaniku, Yunita pantate lebare molore itulah sebutan gurauanku padanya... malam itu tanggal 31 Desember 2012 dia menemani malamku dalam kesunyian malam tahun baru. Meskipun tidak merayakan kami hanya duduk di Solaria, bercandaria, makan dan minum bersama dengan beberapa teman lainnya yang tak diduga akan bertemu dimalam itu, Ewis, Ipin, Agung, Yunita dan aku.

Tak ingin bermalas-malasan di pagi itu aku langsung mempersiapkan semuanya untuk memulai petualangan baruku..  DREAM IT.. WISH IT...DO IT...